Senin, 18 Maret 2013

Pemanfaatan Radioaktif dalam Bidang Kedokteran



ini adalah salah satu contoh makalah fisika mengenai pemanfaatan radioisotop

semoga bermanfaat. by M. Nurcholis, Nabylatun Nadira (XII IPA 2013 SMAN 1 KALIORANG)



Kata pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunianya-Nyalah Kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Guru pembimbing bidang studi FISIKA, serta teman- teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas membuat makalah pemanfaatan radioaktif.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang pemanfaatan radioaktif dalam bidang kedokteran.
FISIKA adalah ilmu yang mempelajari tentang materi atau zat yang meliputi sifat fisis, komposisi, perubahan, dan energi yang dihasilkan. Dalam ilmu FISIKA mempelajari tentang Radioaktif. Radioaktif itu sendiri merupakan sifat suatu zat yang dapat memancarkan radiasi karena kondisi zat yang tidak stabil. 
Sungguh merupakan suatu kebanggaan dari penulis apabila makalah ini dapat terpakai sesuai fungsinya, dan pembacanya dapat mengerti dengan jelas apa yang dibahas didalamnya.
Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih banyak memiliki kekurangan.
Oleh karena itu, segala kritikan dan saran yang membangun, sungguh sangat diharapkan demi memperbaiki pembuatan makalah di kemudian hari.



                                                               Kaliorang, 18 Februari 2013

                                                                       Penulis


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR...................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................... 1
A.     Latar belakang........................................................................................ 1
B.     Tujuan................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................. 2
A.     Pengertian  zat  radioaktif....................................................................................... 2
B.     Kegunaan radioaktif diBidang Kedokteran............................................. 2
C.      DAMPAK RADIOAKTIF............................................................................ 3
BAB III PENUTUP..................................................................................... 5
A.     KESIMPULAN............................................................................................. 5
B.      SARAN................................................................................................ 5

DAFTAR PUSAKA................................................................................... 6



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Tahukah anda bahwa di sekitar kita ternyata banyak sekali terdapat radiasi? Disadari ataupun tanpa disadari ternyata disekitar kita baik dirumah, di kantor, dipasar, dilapangan, maupun ditempat-tempat umum lainnya ternyata banyak sekali radiasi. Yang perlu diketahui selanjutnya adalah sejauh mana radiasi tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan kita.
Radiasi dalam istilah fisika, pada dasarnya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Beberapa contohnya adalah perambatan panas, perambatan cahaya, dan perambatan gelombang radio. Selain radiasi, energi dapat juga dipindahkan dengan cara konduksi, kohesi, dan konveksi. Dalam istilah sehari-hari radiasi selalu diasosiasikan sebagai radioaktif sebagai sumber radiasi pengion.
Secara garis besar ada dua jenis radiasi yakni radiasi pengion dan radiasi bukan pengion. Radiasi pengion adalah radiasi yang dapat menyebabkan proses terlepasnya electron dari atom sehingga terbentuk pasangan ion. Karena sifatnya yang dapat mengionisasi bahan termasuk tubuh kita maka radiasi pengion perlu diwaspadai adanya utamanya mengenai sumber-sumbernya, jenis-jenis, sifat-nya, akibatnya, dan bagaimana cara menghindarinya.


B.  TUJUAN

Mengetahui kegunaan radioisotop dalam bidang kedokteran yang digunaakan sebagai penunjang kesehatan serta meningkatkan kemaslahatan umat manusia.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian  zat  radioaktif

Tahukah anda apakah itu radioaktif ? Bagaimana dengan kegunaannya ? Zat radio aktif adalah setiap zat yang memancarkan radiasi pengion dengan aktivitas jenis lebih besar daripada 70 kBq/kg atau 2 nCi/g (tujuh puluh kilobecquerel per kilogram atau dua nanocurie per gram). Angka 70 kBq/kg (2 nCi/g) tersebut merupakan patokan dasar untuk suatu zat dapat disebut zat radioaktif pada umum-nya yang ditetapkan berdasarkan ketentuan dari Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency). Namun, masih terdapat beberapa zat yang walaupun mempunyai aktivitas jenis lebih rendah daripada batas itu dapat dianggap sebagai zat radioaktif karena tidak mungkin ditentukan batas yang sama bagi semua zat jika mengingat sifat masing-masing zat tersebut berbeda.



Gejala keradioaktifan (radioaktifitas) pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh Henry Becquerel pada suatu garam uranium. Selanjutnya Pierre & Marry currie menemukan zat-zat radioaktif lainnya yaitu polonium dan radium. Zat-zat radioaktif adalah suatu zat yang aktif memancarkan radiasi baik berupa partikel maupun berupa gelombang elektromagnetik.


B.    Kegunaan radioaktif diBidang Kedokteran
Adapun beberapa kegunaan radioaktif dalam bidang kedokteran, yaitu:

1) Sterilisasi Radiasi.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan kimia), yaitu:
a) Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme.
b) Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia.
c) Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.

2) Terapi Tumor Atau Kanker.

Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel normal maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata lebih sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan dengan mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut.
Berbagai jenis radio isotop digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi (diagnosa) berbagai jenis penyakit misalnya:      Teknesium (Tc-99), Talium-201 (Ti-201), Iodin 131(1-131), Natrium-24 (Na-24), Ksenon-133 (xe-133) dan Besi (Fe-59).                     Tc-99 yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah akan diserap terutama oleh jaringan yang rusak pada organ tertentu, seperti jantung, hati dan paru-paru Sebaliknya Ti-201 terutama akan diserap oleh jaringan yang sehat pada organ jantung. Oleh karena itu, kedua isotop itu digunakan secara bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan jantung
1-131 akan diserap oleh kelenjar gondok, hati dan bagian-bagian tertentu dari otak. Oleh karena itu, 1-131 dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, hati dan untuk mendeteksi tumor otak. Larutan garam yang mengandung Na-24 disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk mendeteksi adanya gangguan peredaran darah misalnya apakah ada penyumbatan dengan mendeteksi sinar gamma yang dipancarkan isotop Natrium tsb.
Xe-133 digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru. P-32 untuk penyakit mata, tumor dan hati. Fe-59 untuk mempelajari pembentukan sel darah merah. Kadang-kadang, radioisotop yang digunakan untuk diagnosa, juga digunakan untuk terapi yaitu dengan dosis yang lebih kuat misalnya, 1-131 juga digunakan untuk terapi kanker kelenjar tiroid.


C.    DAMPAK RADIOAKTIF

Pengertian atau arti definisi pencemaran radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom. Yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR merupakan karsinogen tulang dan 131J.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.
Begitu pula pada bidang kedokteran. Namun, pada penggunaan radioaktif dalam bidang kedokteran telah mengalami proses penelitian serta uji coba yang sanggat modern sehingga menjamin keamanan pasien.


Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti berikut di bawah ini.

1. Pusing-pusing


2. Nafsu makan berkurang atau hilang
3. Terjadi diare
4. Badan panas atau demam
5. Berat badan turun
6. Kanker darah atau leukimia
7. Meningkatnya denyut jantung atau nadi
8. Daya tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah putih   yang jumlahnya berkurang



BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Dari sekian banyak radioisotop di alam dengan berbagai efek merugikan yang ditimbulkan, ternyata memiliki fungsi lain pada bidang lain yang jauh kebih bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia.  Namun pada kondisi tertentu, dibutuhkan kemajuan tekhnologi sebagai penunjang  keselamatan serta dibutuhkan pula sumberdaya manusia yang cukup. Bagaimana jika SDMnya tidak mendukung ?  Sehingga dalam perkembangannya, dibutuhkan keseimbanga antar keduanya.
B.    SARAN
1.        Masalah zat radioaktif dan radioisotop hendaknya tidak ditafsirkan sebagai satu  fenomena yang menakutkan.
2.        Penggunaan radioaktif dan radioisotop hendaknya dibarengi pengetahuan dan teknologi yang tinggi.
3.        Penerapan dalam diagnosa berbagai penyakit hendaknya memikirkan efek-efek yang akan ditimbulkan.
4.       Diharapkan penggunaan zat radioaktif dan radioisotop ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia.


DAFTAR PUSAKA


radioaktif/bahaya%20radioaktif.htm

2 komentar:

  1. wah namaku nampang,, moga ilmunya bermanfaat deh :P :D

    BalasHapus
  2. iya ,,, makasih nabyla.. oea gimana kabarmu disana?...:)

    BalasHapus